Sebuah pertanyaan banyak khalayak ramai terutama dari Lembaga pendidikan dan pendidik, kapan SKO ada dan siapa perintisnya? Banyaknya pertanyaan itu maka saya akan coba menjawab melalui sejarah awal berdirinya kantor SKO sekarang.
Berawal dari kisah awal perjalanan awal Bpk. Arif Suyono adalah seorang guru olahraga disebuah sekolah taman kanak-kanak dibanjarnegara, bertahun-tahun beliau mengamati arti istilah kanan yang hampir diartikan semua berisi tentang kebenaran, Dalam Q.S Al-Waqi’ah diterangkan golongan kanan adalah golongan selamat, bahkan dalam injil pun menerangkan golongan kanan adalah golongan beruntung, hampir tanpa salah, Nabi pun menganjurkan untuk segala sesuatu mulailah dari yang kanan, selaras dengan berjalanan waktu, rasa penasaran akhirnya membawa beliau terjun di sebuah perusahaan APE yang memproduksi mainan khusus untuk pembelajaran motorik anak, untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri.
Berjalannya waktu sampai dalam 4 tahun beliau berkecimpung dan belajar dalam dunia itu sampai ke setiap sekolah sampai 11 kabupaten beliau dalam mendalaminya, terakhir mendarat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Disanalah awal mulanya SKO ini di uji coba sampai akhirnya dibawa pulang dan diterapkan dikotanya sendiri yaitu Banjarnegara, tepatnya di Kelurahan Wangon Rt 03 Rw 02 Banjarnegara, dengan membawa Yayasan Pesantren yaitu PP ROUDHOTUL QUR’AN dari pertengahan 2015 sampai saat ini, dari perjalananya beliau dapat banyak kata-kata tentang istilah kanan dan penerapanya sampai akhirnya jadi sebuah program pembelajaran.
Dan inilah istilah itu bahwa “KANAN” untuk mendahului yang lain agar kita berada di posisi yang terdepan, mudahnya ini coba sama-sama kita pahami Rosululloh SAW selalu mengajarkan, Awalilah segala sesuatu dari sebelah kanan, makan, minum, melangkah, berpakain semua yang diawali dari kanan mengandung kebaikan. Tidak mau ketinggalan burung garuda pun menoleh kekanan, tidak kekiri ataupun kedepan. Jarum jam juga bergerak kekanan. Malah dalam bahasa Inggris, kebetulan kata ”Kanan” dan “Benar” diterjemahkan menjadi “Right”. Omong-omong sadarkah anda akan rambu-rambu di jalan raya yang bertuliskan, ”Gunakan lajur kanan untuk mendahului”. Rupa-rupanya untuk menuju sebuah destination of kesuksesan perintah tersebut juga berlaku 100%. Maka bolehlah saya berasumsi bahwa kanan hampir selalu benar. Right?
Berbalik dari semua itu keprihatinan terutama dalam pendidikan kita hampir semua mengajarkan yang kiri seperti Menghitung, logika, angka, bahasa, tulisan, analisis logis, analisis urutan dan sistematis dan perlu kita pahami kemampuan otak kiri ini kapasitasnya terbatas (short term memory) jadi misal di paksakan secara terus menerus tanpa berfikir psikis anak maka akan menimbulkan stress, saya renungkan seperti yang di katakan kepala dinas banjarnegara “pembelajaran kanan misal pun ada di setiap sekolah maka tidaklah lebih dari 10% saja”, maka dari itu SKO berusaha merangsang potensi otak kanan pada anak, seperti yang kita ketahui bahwa otak kanan memiliki kelebihan sebagai kreatifitas, seni, Emosi, gambar, warna, bentuk, visual, irama, imajinasi, inovasi dan gagasan2 dan kita perlu garis bawahi bahwa kapasitas otak kanan tidak terbatas (long term memory). Untuk itu selain pembelajaran disekolah yang identik kiri kita gali potensi otak kanan anak sehingga dapat membantu anak dengan cepat dalam memahami pembelajarannya disekolah.
Itulah yang mendasari SKO berfikir dan ada untuk melengkapi dan membantu meringankan beban pendidik, disetiap sekolah dengan program pembelajaran kanan, tanpa memandang asal sekolah, latar belakang dsb, dan tanpa mengurangi pembelajaran di sekolah, satu asumsi SKO bahwa apabila kita mengandalkan otak kanan maka kiri pun ikut bekerja dengan sendirinya.
Terjawab sudah sekarang, itulah SKO, Sejarahnya dan pendirinya, mudah2 akan terus berkembang sampai kita semua sadar, bahwa kanan itu sangatlah penting untuk sebuah kemajuan.
Salam sukses, Salam_KANAN
- Get link
- X
- Other Apps
Labels
Profil
Label:
Profil
- Get link
- X
- Other Apps
Comments